1. Home
  2. hot news
Awas! Pemilik Akun Twitter yang Doakan Trump Mati Akan Diblokir Langsung oleh Twitter
hot news

Awas! Pemilik Akun Twitter yang Doakan Trump Mati Akan Diblokir Langsung oleh Twitter

Baru-baru ini, di tengah ramainya pemberitaan presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang terinfeksi virus corona. Muncul akun-akun pengguna Twitter yang mengungkapkan respon negatif terkait keadaan presiden AS itu.

Sebagian ada yang berharap bahwa Donald Trump akan meninggal. Nah, berhati-hatilah berkata sembarangan. Pasalnya,Twitter telah menegaskan bahwa pihaknya akan segera memblokir akun yang melontarkan cuitan negatif itu.

Pengguna dituntut untuk bisa bijak menggunakan sosial media. Dalam hal ini, pemilik akun Twitter bukannya mendapatkan like atau komentar banyak dari pengguna lain terkait harapannya bahwa Donald Trump meninggal karena Covid-19, malah akun pengguna Twitter itu yang wafat.

Twitter merespon keadaan ini dengan cepat. Walaupun tidak seluruh akun akan diblokir, Twitter juga bersikeras akan segera menghapus cuitan yang menginginkan presiden AS itu meninggal gara-gara Covid-19.

Setelah presiden Amerika Serikat, Donald Trump didiagnosis positif, para netizen menunjukkan rasa simpatinya dengan mengharapkan kesembuhan. Di sisi lain, ada juga sebagian netizen yang ingin Donald Trump meninggal oleh virus mematikan ini.

Twitter mengatakan bahwa bagi akun-akun yang melontarkan cuitan dengan harapan agar presiden AS itu meninggal itu telah melakukan pelanggaran kebijakan perilaku kasar dalam menggunakan platform medsos itu.

Walaupun demikian, pihak Twitter hanya akan memantau cuitan-cuitan yang bisa berakibat fatal dalam kehidupan nyata. 

“Kami memprioritaskan penghapusan konten jika ada ajakan bertindak yang jelas yang berpotensi menyebabkan bahaya di dunia nyata,” kata  Twitter.

Melansir The Verge, ketentuan perilakuk kasar yang dikeluarkan Twitter telah melarang pengguna untuk melontarkan cuitan yang mengharapkan atau menghendaki cedera fatal untuk orang lain atau kelompok lain.

Dengan tegas Twitter menyatakan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir seluruh konten yang mengharapkan, mengungkapkan, atau menginginkan kehendak agar dirinya atau orang lain mati, tertimpa penyakit serius atau mengalami cedera yang fatal yang merugikan individu dan kelompok lain.

Twitter memberikan contoh cuitan-cuitan tersebut, seperti cuitan: “Aku ingin kamu tertabrak mobil ketika kamu membuka mulut” atau “Aku harap kamu terkena kanker dan mati”.

Kebijakan ini sudah diterapkan pada April 2020. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh pemilik akun Twitter, tidak hanya untuk kasus Trump saja.

Tentu saja banyak pengguna Twitter yang terkejut dengan kebijakan ini, terutama pengguna Twitter yang kerap dilecehkan dalam hal body shaming atau bullying lantaran baru kali ini tersiar kabar kebijakan tersebut.

 

Baca juga: