1. Home
  2. hot news
Menurut Penelitian, Dark Mode iOS Nggak Baik Buat Kesehatan
hot news

Menurut Penelitian, Dark Mode iOS Nggak Baik Buat Kesehatan

Kini, Dark Mode menjadi salah satu fitur popular untuk tampilan antar muka. Mulai dari aplikasi hingga sistem operasi, entah Google atau Apple, di smartphone atau laptop, banyak produk yang kita gunakan hari ini selalu menyertakan Dark Mode di dalam pilihan pengaturan tampilan.

Khusus untuk pengguna Apple, kamu kini juga sudah bisa menikmati tampilan Dark Mode di perangkat yang digunakan. Fitur ini sendiri dikembangkan sejak tahun 2016 dan awalnya bernama Night Shift. Di iPhone, cara kerja mode malam adalah dengan mengurangi Blue Light yang dipancarkan oleh layar tablet atau smartphone.

Dengan mengurangi Blue Light, harapannya supaya mengurangi beban mata jika kamu bermain tablet atau smartphone di malam hari. Dengan prinsip yang sama, Android turut serta sistem operasi lain mengembangkan fitur yang sama; yang mana sudah bisa digunakan dengan mudah.

Efek Buruk Dark Mode iPhone

Mainan smartphone di malam hari (guim.co.uk)

Akan tetapi, kenyataan ternyata berjalan tak sesuai harapan dan perhitungan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh profesor dari University of Manchester dan diterbitkan di website jurnal Cell.com, menemukan bahwa fitur seperti Night Shift lebih banyak memberikan efek negatif daripada positif.

Hipotesa dari penelitian yang menggunakan tikus sebagai subyek eksperimen ini sederhana; kita, manusia, terkena paparan cahaya kuning selama siang hari dari matahari. Sementara saat malam hari, bulan, menghasilkan cahayar biru (Blue Light). Oleh karena itu, tubuh manusia lebih banyak terpapar Blue Light ketika waktu tidur.

Hasil penelitian ini pun berhasil membuktikan hipotesa tersebut; yang mana warna biru memberi efek yang lebih lemah pada ritme sirkadian tikus daripada warna kuning yang lebih cerah. Dari temuan tersebut, Tim Brown menyatakan bahwa kita, pengguna smartphone, malah baiknya melakukan hal yang sebaliknya.

FYI, yang dimaksud dengan ritme sirkadian adalah proses biologis pada tubuh yang berpatokan pada siklus 24 jam atau siklus pagi-malam, yang mana berpengaruh langsung terhadap sistem fungsional tubuh manusia.

Daripada Warna, Lebih Baik Tingkat Kecerahan

Paparan cahaya smartphone sebelum tidur (mashable.com)

Di samping itu, penelitian ini juga menemukan fakta lainnya; bahwa tingkat kecerahan layar lebih penting daripada warna dalam hal memberi stimulus ritme sirkadian

“Kami menemukan bahwa dengan menggunakan warna yang lebih redup dan menenangkan di sore hari dan cahaya yang lebih cerah di siang hari bakal lebih menguntungkan,” ungkap ketua penelitian, Dr. Tim Brown, dalam pernyataannya.

Dr. Tim juga menyatakan jika temuannya ini menggugurkan persepsi publik yang menyatakan bahwa cahaya biru memberikan efek paling kuat pada ritme sirkadian manusia.

Meskipun begitu, Dr. Tim Brown juga mengungkapkan bahwa temuan ini belumlah sempurna. “Ini (metode riset, -peny) bukanlah pendekatan yang terbaik. Pasalnya, perubahan warna bisa jadi bertolak belakang dengan manfaat yang didapat dari pengurangan sinyal kecerahan yang terdeteksi oleh melanopsin,” pungkas Brown.