1. Home
  2. hot news
Hasil Penyelidikan: Facebook Dianggap Monopoli dan Matikan Pesaing Dengan Kekuatannya
hot news

Hasil Penyelidikan: Facebook Dianggap Monopoli dan Matikan Pesaing Dengan Kekuatannya

Setelah komite kehakiman parlemen Amerika Serikat berhasil menyelidiki Facebook, mereka menyimpulkan bahwa Facebook memanfaatkan kekuatannya dalam memonopoli sosial media untuk mengakuisisi, mematikan kompetitor, dan meniru pesaingnya.

“Kekuatan monopoli Facebook tertanam kuat dan tidak mungkin terkikis oleh tekanan pesaing baru atau perusahaan eksisting,” ungkap laporan yang dilansir dari CNBC International.

Keberhasilan Facebook dalam melakukan monopoli disebabkan karena mereka mempunyai jaringan kuat, keunggulan data, dan biaya peralihan tinggi untuk konsumen.   

Salah satu tindakan Facebook yang mendapat perhatian dari Komite Kehakiman Parlemen AS yaitu tindakan mereka dalam mengakuisisi Instagram yang terjadi pada 2012 senilai USD1 miliar.

Instagram diakuisisi oleh Facebook karena aplikasi sosial media ini dianggap akan menjadi musuh utama yang akan memberi ancaman kepada Facebook.

Dalam Cunningham Memo yang merupakan dokumen internal Facebook, turut disertakan dalam hasil penyelidikan itu.

Sebelum Instagram diakuisisi, Thomas Cunningham selaku Senior Data Scientest Facebook mengabarkan kepada Mark Zuckerberg selaku CEO Facebook dan kepada Javier Ovilan selaku Vice President Growth Facebook bahwa eksistensi Instagram akan sampai pada “titik kritis”, yaitu ketika media sosial ini akan terus tumbuh hingga bisa mengalahkan Facebook.   

Hasil penyelidikan itu juga menyoroti perbincangan Mark Zuckerberg dengan Kevin Systrom selaku pendiri Instagram sebelum FB mengakusisi IG. Saat itu, Mark Zuckerberg berkata bahwa dirinya “menolak menjalin kerja sama dengan Facebook, termasuk akuisisi, akan berdampak pada Instagram.”

Komentar itu juga dilontarkan kepada WhatsApp, karena aplikasi chat itu dianggap akan mengancam Facebook Messenger. Akhirnya, pada 2014, WhatsApp diakuisisi oleh Facebook dengan harga USD 19 miliar.

Hasil penyelidikan itu juga mencantumkan profit data dengan jumlah pengguna yang banyak dari kompetitor apabila mempunyai jaringan sosial yang terintegrasi dan cukup besar. Dengan 3 miliar pengguna aktif, Facebook bisa mengakses data yang lebih banyak daripada kompetitornya.

Pihak Facebook memanfaatkan data tersebut untuk menghadirkan pengalam terbaik buat para penggunanya, sehingga akhirnya bisa menarik pengguna dalam jumlah yang lebih banyak lagi. Hal ini akan memungkinkan para pengguna untuk menghabiskan waktu mereka secara masif di platform Facebook.

“Keunggulan data Facebook bertambah seiring waktu, memperkuat posisi mereka di pasar dan mempersulit platform baru untuk memberikan pengalaman baru yang kompetitif,” ungkap laporan hasil penyelidikan itu.

Penyelidikan itu memberi laporan agar terjadi interoperabilitas di antara sejumlah aplikasi lain dengan Facebook. Misalnya aplikasi chat WhatsApp dan Messenger agar diupayakan untuk bertukar pesan dengan aplikasi chat sejenis.

Facebook memberi pembelaan bahwa dirinya merupakan kisah sukses Amerika yang sedang mengalami berbagai ancaman dari beberapa layanan lain.

“Akuisisi adalah bagian dari setiap industri, dan salah satu cara berinovasi dalam teknologi baru untuk memberikan nilai lebih bagi masyarakat,” kata pihak Facebook.

Facebook mengklaim bahwa WhatsApp dan Instagram telah meraih kesuksesan yang baru sebab telah mendapat kucuran dana besar dari Facebook untuk keduanya.

Regulator telah memantau seluruh kesepakatan akuisisi yang dilakukan FB dengan pihak lain dan Komite Kehakiman Parlemen AS dianggap tidak berhak menghentikan Facebook.


Baca Juga: