1. Home
  2. hot news
Heboh! Karyawan Google Bentuk Perserikatan, Tujuannya Untuk Selesaikan Masalah Para Pekerja dan Perbedaan Gaji
hot news

Heboh! Karyawan Google Bentuk Perserikatan, Tujuannya Untuk Selesaikan Masalah Para Pekerja dan Perbedaan Gaji

Baru-baru ini para karyawan Google mengadakan demonstrasi menuntut beberapa hal. Sekelompok pekerja Google telah mengumumkan rencana untuk berserikat dengan Communications Workers of America (CWA). Mereka berencana membentuk Alphabet Workers Union (Serikat Pekerja Aplhabet).

Sebagai informasi tambahan, Alphabet merupakan perusahaan induk Google. Alphabet Workers Union akan terbuka untuk semua karyawan dan kontraktor di perusahaan induk Google. Tujuannya adalah untuk menangani masalah yang dialami para karywan seperti perbedaan gaji, pembalasan, dan kontrak pemerintah yang kontroversial.

“Serikat pekerja ini dibangun berdasarkan tahun pengorganisasian yang penting oleh para pekerja Google,” ujar Nicki Anselmo, seorang manajer program Google.

“Dari melawan kebijakan 'nama asli', menentang Project Maven, hingga memprotes pembayaran sejumlah jutaan dolar yang diberikan kepada para eksekutif yang telah melakukan pelecehan seksual, kami melihat langsung bahwa Alphabet mulai merespons ketika kami bergerak bersama."

Di Project Maven sendiri, Google berupaya menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan pembuatan drone sesuai yang ditargetkan. Hal ini menimbulkan protes di kalangan karyawan yang melihat pekerjaan yang tidak wajar itu.

Sebelumnya, pada 2018 lalu, perusahaan memutuskan untuk tidak memperpanjang kerja samanya dengan Pentagon. Perusahaan juga menghentikan kebijakan arbitrase paksa setelah 20.000 pekerja melakukan pemogokan demi memprotes mantan eksekutif Andy Rubin yang menerima paket senilai USD 90 juta setelah ia secara sah didakwa melakukan pelecehan seksual.

Kini, upaya serikat pekerja telah diketahui publik luas, motor penggagas gerakan tersebut bakal menghadirkan serangkaian kampanye untuk mendapatkan lebih banyak dukungan dari para pekerja Google lainnya.

Google Workers Union (CommonDreamsOrg)

Sebelum pengumuman rencana perserikatan, sejumlah 230 karyawan dan kontraktor Google telah teken kontrak mendukung tindakan serikat buruh tersebut, sebagaimana yang dilansir dari TheVerge.

Serikat Pekerja Alphabet ini diatur untuk dibuat khusus untuk anggota. Organisasi baru ini tidak akan mewakili seluruh karywan dalam melakukan tawar menawar terkait negosiasi kontrak baru dengan perusahaan.

Alphabet Workers Union hanya akan mewakili para pekerja yang bergabung secara sukarela sebagaimana yang dilansir dari New York Times. Kehadiran organisasi ini juga akan mewakili seluruh karyawan yang ingin berpartisipasi, termasuk karyawan sementara, vendor, dan konraktor.

Para kontraktor Google sudah lama mengeluhkan perlakuan yang tidak wajar dari para staf penuh waktu. Walaupun mereka merupakan mayoritas tenaga kerja Google, mereka sering tidak merasakan adanya manfaat dari karyawan yang digaji full-time.

Pada 2019, sekitar 80 kontraktor Google di Pittsburgh memutuskan untuk bergabung dengan serikat pekerja bernama United Steelworkers.

Sedangkan Seikat Pekerja Alphabet bakalan bergabung dengan Communications Workers of America (CWA) Local 1400, di mana perserikatan ini mewakili pekerja Massachusetts, Maine, New Hampshire, Vermont, dan California.

Berita tersebut muncul setelah Dewan Hubungan Buruh Nasional mengajukan keluhan yang menuding Google secara ilegal memecat dua pekerja yang mengorganisir protes karyawan.

Adalah Laurance Berland dan Kathryn Spiers yang mengorganisir para karyawan yang menentang perusahaan karena bermitra dengan Konsultan IRI, yaitu sebuah perusahaan yang dikenal anti serikat pekerja.

Kasus ini juga kemudian diikuti dengan pemecatan pakar etika AI terkemuka, Timnit Gebru, di bulan Desember. Serikat Pekerja Alphabet menyatakan dalam siara persnya: “Pemecatan tersebut telah menimbulkan kemarahan dari ribuan pekerja, termasuk dari pekerja Black and Brown yang kecewa karena tindakan perusahaan dan tidak yakin masa depan mereka di Google.”

Di awal tahun 2021, untuk pertama kalinya dalam sejarah, para karyawan dalam industri teknologi berserikat. Pasalnya, karyawan dari platform Kickstarter juga memutuskan untuk berserikat dengan Office dan Professional Employees International Union Local 153.

Para karywan Google memutuskan untuk bersama-sama memberikan satu persen dari kompensasi tahunan mereka kepada serikat pekerja. Seluruh masukan dana tersebut akan digunakan untuk membayar biaya hukum dan staf organisasi.

Melansir The Verge, dalam sebuah penyataan yang dikirim melaui email dari Kara Silverstein selaku direktur operasi di Google menyatakan: “Kami selalu bekerjakeras untuk membuat tempat kerja yang mendukung dan bermanfaat bagi tenaga kerja kami. Tentu saj karyawn kami telah melindungi hak ketenagakerjaan yang kami dukung. Namun seperti yag selalu kami lakukan, kami akan terus terlibat langusn dengan semua karyawan kami.”

 

Baca Juga: